Sinonim
Idiopathic Facial Nerve Paralysis (IFNP), facial paralysis
Latar Belakang
Bell palsy adalah sindrom klinis dari idiopatik paralisis unilateral wajah akut. Insidennya sekitar 1 kasus per 5000 orang. Risiko meningkat 3,3 kali pada kehamilan, dan sering dijumpai pada trimester ketiga. Insiden tertinggi ditemukan pada usia tua (60 tahun keatas).
Bell Palsy yang sebenarnya adalah idiopatik. Namun, reaktivasi dari virus herpes simplex tipe 1 dan virus herpes zoster diduga memiliki peran penting pada beberapa kasus.
Gejala Klinis
- Kelumpuhan pada separuh wajah
- Rasa tebal atau kaku pada separuh wajah tanpa defisit sensoris yang obyektif
- Beberapa mengeluhkan nyeri yang ringan-moderat pada sudut rahang
- Produksi air mata yang menurun
- Hiperakusis
- Gangguan pengecapan
Penatalaksanaan
Farmakoterapi
Walaupun tidak semua penelitian setuju, pemberian kortikosteroid aman dan mungkin efektif untuk meningkatkan keluaran fungsional pada pasien dengan Bell Palsy. Sebuah meta analisis secara jelas menunjukkan hasil yang bermakna secara statistik pada pasien dengan IFPN (Ramsey dkk, 2000)
- Prednisone (1 mg/kgBB/hari) 80 mg sehari selama 5 hari kemudian ditapering off tergantung dari progresifitas kelemahan yang bertambah berat atau stabil. Bila stabil, hentikan steroid tanpa tapering atau tapering cepat dalam 4 hari berikutnya sampai total dosis 530 mg. Bila bertambah berat, tapering dalam 7 hari berkutnya sampai total dosis 680 mg. Catatan: 5 mg prednisone equivalen dengan 0.6 mg-0.75 mg betamethasone, 25 mg of cortisone, 0.75 mg dexamethasone, 20 mg hydrocortisone, 4 mg methylprednisolone, 5 mg prednisolone, dan 4 mg triamcinolone.
- Pemberian terapi antivirus masih kontroversi. Penelitian menduga acyclovir kombinasi dengan prednisone kemungkinan efektif dalam meningkatkan keluaran fungsional. Acyclovir, 400 mg lima kali sehari selama 7-10 hari dapat diberikan bila fungsi ginjal normal. Valacyclovir, 1 gr tiga kali sehari sering digunakan karena frekuensi pemberian yang lebih jarang.
Penangan akan lebih efektif bila diberikan dalam waktu kurang dari 72 jam dan kurang efektif setelah 7 hari (Holland dan Weiner, 2004).
Terapi Pembedahan
Dekompresi melalui pembedahan dianjurkan sebagai terapi akut Bell palsy yang didasari oleh hipotesis pembengkakan neuronal pada tulang temporal berperanan dalam trauma kompresi saraf. Namun, masih sedikit data mengenai hal ini. Penanganan ini bersifat invasif dan memiliki risiko kehilangan pendengaran yang permanen.
Fisioterapi
Fisioterapi, termasuk massage dan latihan wajah, dianjurkan pada pasien, namun masih sedikit uji klinis yang menunjukkan efektivitasnya. Beberapa bukti mendukung facial retraining (mime therapy) dengan biofeedback.
Perawatan Pendukung
Yang perlu mendapatkan perhatian lebih adalah perlindungan mata. Pasien sebaiknya menggunakan air mata buatan dan salep mata. Kaca mata atau Googgle penting untuk melindungi dari cahaya, angin, dan debu. Pelindung mata berupa eye patch pada malam hari sering kali diperlukan.
Prognosis
Bell Palsy memiliki prognosis yang baik; setidaknya 70-90% pasien membaik tanpa pengobatan, dan 90% mengalami perbaikan fungsi yang lengkap dengan pengobatan kortikosteroid. Dalam masa penyembuhan pasien dapat mengalami sinkinesis atau gerakan involunter dari otot-otot wajah yang dapat ditangani dengan efektif melalui pemberian injeksi botulinum toxin subkutan atau intramuskular.
Belum ada skema yang universal untuk menilai keluaran fungsional dari Bell Palsy. Namun salah satu yang sering digunakan adalah House-Brackmann Grading Scale. Caranya adalah dengan mengukur gerakan ke atas alis dan gerakan ke samping dari sudut bibir. Setiap gerakan 0,25 cm diberikan 1 poin dengan maksimal penilaian 1 cm untuk masing-masing bagian. Jadi total nilai maksimalnya adalah 8.
- Grade I (Normal). 8 poin, fungsi 100%, fungsi perkiraan 100%
- Grade II (Slight). 7 poin, fungsi 76-99%, fungsi perkiraan 80%
- Grade III (Moderate). 5-6 poin, fungsi 51-75%, fungsi perkiraan 60%
- Grade IV (Moderately Severe). 3-4 poin, fungsi 26-50%, fungsi perkiraan 40%
- Grade V (Severe). 1-2 poin, fungsi 1-25%, fungsi perkiraan 20%
- Grade VI (Total). 0 poin, fungsi 0%, fungsi perkiraan 0%
Indikator prognosis yang jelek pada Bell Palsy:
- Facial palsy yang komplit
- Tidak ada perbaikan dalam 3 minggu
- Usia > 60 tahun
- Nyeri berat
- Ramsay Hunt Syndrome (herpes zoster virus)
- Kondisi yang berhubungan (hipertensi, diabetes, kehamilan)
- Degenerasi yang berat dari N VII yang ditunjukkan melalui hasil elektrofisiologi
Daftar Pustaka
- Holland NJ, Weiner GM. Clinical review: Recent developments in Bell’s palsy. BMJ 2004;329:553–7.
- Ramsey MJ, DerSimonian R, Holtel MR, Burgess LPA. Corticosteroid Treatment for Idiopathic Facial Nerve Paralysis: A Meta-analysis. Laryngoscope 2000, 110:335–341.